Ku tujukan pada mu,
orang yang ku benci
Aku mulai benci,
Saat kita pertama kali
bertemu
Aku benci,
Saat jantungku
berdebar – debar
jika dekat dirimu
Aku benci,
Saat diriku salah
tingkah
Setiap kali engkau
menyapaku
Aku benci,
Saat hati ini merasa
resah, gelisah, kemudian gundah
Jika mata ini sehari
tak melihat
Sinar wajahmu
Aku benci,
Saat diriku merasa
hampa
Jika telinga ini
sehari tak mendengar
Nada indah suaramu
Aku benci,
Saat diriku Tersenyum –
senyum sendiri
Dimana aku sedang
membayangkanmu
Aku benci,
Saat akan
tidurku,
Diriku tak
bisa berhenti sejenak untuk melupakanmu
Aku benci,
Saat hati
ini entah mengapa cemburu
Jika orang
lain dekati dirimu
Aku benci,
Saat aku
merasa khawatir
Dimana ku
dengar,
Engkau sakit
disana
Aku benci,
Saat aku
merasa senang,
Setiap
diriku Bertemu lagi denganmu
Aku benci,
Saat aku
menunggu
Selalu menunggu
dan menunggu
Sms mu
muncul di inbox ku
Aku benci,
Saat aku merasa
tiba – tiba gembira
Mendapat sms
dari mu
Aku benci,
saat aku
merasa binggung
bagaimana
menjawab sms darimu
aku benci,
saat aku
membuat kalimat lucu
agar dirimu
yang disana
bisa
tertawa oleh ku
aku benci,
saat aku
harus berhati – hati, detail
setiap kalimat
yang aku ucapkan kepadamu
aku takut
kehilanganmu
aku benci,
saat dimana
aku harus mengartikan bahasa tubuhmu
sulit ku
pahami
apa yang
sebenarnya ingin kau sampaikan padaku
aku benci,
dalam
kondisi seperti ini
ingin ku
berlari jauh
dari
perasaan aneh yang kualami ini
aku benci,
saat logikaku
mengingatkan
“hey, ini hanya perasaan sesaat. Jangan lah
kamu turuti
Pada akhirnya kamu akan merasakan sakit juga”
Dan seketika
hatiku menyangkal
“jangan dengarkan logikamu”
Diriku menjadi
bimbang
Logika tak
sejalan dengan hati
Aku benci,
Saat aku
harus mencari – cari kesalahan kecil dalam dirimu
Untuk mengurung
perasaan ini
Perasaan yang
membuat diriku merasa
kangen,
khawatir, gelisah,
takut, canggung oleh mu
Dan aku
benci,
Saat aku harus
jujur kepadamu
Aku jatuh
cinta pada mu
Tidak ada komentar
Posting Komentar